DISPERINDAG : PERSEDIAAN KEBUTUHAN POKOK DI KENDARI CUKUP
Card image cap

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat hingga pekan ketiga Januari 2019, persediaan kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar di Kota Kendari masih mencukupi.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Muhammad Ali di Kendari, Senin, mengatakan ketersediaan sembako di lima pasar yang dipantau setiap harinya tersebut berdampak pada sentimen positif sehingga harga tetap stabil.

"Kalaupun ada pergerakan naik atau turunnya harga sembako, adalah wajar. Sebab sudah biasa, jika terjadi keterlambatan pasokan ke titik konsumen, maka terkadang pedagang seketika menaikkan, dan itu kita tidak bisa intervensi," katanya.

Hasil pantauan di sejumlah pasar induk maupun tradisional di Kota Kendari, stoknya cukup banyak di hampir semua toko penjualan sembako.

Harga beras untuk tiga jenis yang banyak dibutuhkan masyarakat yakni beras Konawe, IR-48 dan beras Ciliwung masih di jual pada kisaran Rp9.600 hingga Rp9.800 per kilogram dan daging sapi segar Rp120.000 per kilogram dan telur ayam Rp25.000 per kilogram atau dalam satu raknya (30 butir) Rp45.000-Rp50.000.

"Kecuali harga ikan segar terkadang perubahannya mengikuti hasil tangkapan nelayan. Jika suasana terang bulan dan ombak kencang alami kenaikan karena hasil tangkapan nelayan akan berpengaruh dan sebaliknya jika bulan gelap dan ombak teduh maka hasil tangkapan nelayan pun biasanya membludak yang menyebabkan harga ikan turun," katanya.

Sementara harga gula pasir lokal masih berkisar antara Rp12.600-Rp13.000 per kilogram tergantung dari warnanya. Dan minyak goreng dari berbagai merek juga belum alami perubahan yakni untuk bimoli dijual Rp15.200 per liter dan tanpa kemasan di bawah Rp10.000 per liter.

Seorang pedagang kebutuhan sembako di pasar Baruga, Rima mengatakan, persediaan bahan kebutuhan pokok masih tampak cukup meskipun pernah di awal bulan permintaan konsumen cenderung meningkat.